Menjadi Guru yang Berkesan (1)

Sabtu kemarin baru saja saya menyelesaikan workshop untuk sekitar 20 orang guru MI di daerah yang tergolong kurang maju tapi guru-gurunya T-O-P habis untuk masalah semangat. Lagi-lagi banyak pelajaran yang bisa saya dapatkan. Hasil evaluasi kegiatan workshop tidak jauh beda dengan workshop pada tahun sebelumnya. Siswa di kelas tinggi mengalami banyak kesulitan ketika berhadapan dengan perkalian. Guru harus mengulang kembali materi yang seharusnya sudah diberikan di kelas 2 untuk diberikan di kelas tinggi kembali, karena siswa kebanyakan sudah lupa. Masalah tersebut akan semakin menambah beban mengajar guru di kelas tinggi dan tentunya mengurangi jam untuk mengajar pokok bahasan yang lain…

Sebelum menguraikan solusi permasalahan tersebut, perlu kita lihat proses ¬†pembelajaran dari awal ketika siswa menerima materi perkalian di kelas 2, pertanyaan yang muncul ‘Bagaimana cara mengajar guru ketika mengajar materi tersebut? Apakah siswa dapat menjelaskan maksud dari misalkan 2 x 3?’

Guru menjelaskan, bahwa mereka ketika mengajar hasil perkalian 2 x3, adalah dengan cara 2×3 = 3 + 3

ya, memang itu konsepnya, tapi bagi siswa cara tersebut masih abstrak, sebagaimana menurut Piaget yang membagi perkembangan kognitif berdasarkan usia, bahwa usia siswa sekolah dasar tahap berpikir mereka masih operasi konkret. Jadi mengajarkan 2×3 juga harus konkret/nyata bagi siswa. Banyak pendekatan yang bisa kita lakukan, contonya: sebelum sampai ke operasi 2 x 3, guru dapat memberikan kasus pengambilan buku dari dalam tas. Tiga buku diperoleh dalam 1 x pengambilan, jika pengambilan ¬†dilakukan 2x, berapa jumlah buku yang didapat?

Menurut Gravemeijer, dengan siswa melalui doing mathematics process, akan semakin bermakna pembelajaran, merupakan ciri khas pembelajaran realistik. Oleh karena itu akan lebih berkesan jika semua siswa praktek kegiatan sederhana tersebut.

Kegiatan menarik lainnya dapat dilakukan oleh guru di luar kelas, misalkan jalan-jalan ke peternakan atau mengamati kendaraan di jalan. Misalkan jika sekolah tidak jauh dari peternakan yang ada, guru dapat bertanya ‘Jumlah kaki kambing ada berapa? Jika ada 5 kambing berapa jumlah kakinya?’ Pertanyaan sederhana tersebut dapat diperoleh siswa dengan berdiskusi dan mengamati langsung ” Jumlah kaki kambing ada 4, jika ada 5 kambing berarti total kakinya 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 20″ Atau guru bisa mencotohkan dengan becak, motor, mobil, yang penting siswa tahu wujudnya.

Langkah berikutnya dalam pembelajaran, guru mengarahkan bahwa 4 + 4 + 4 + 4 + 4 dalam matematika dapat dituliskan 5 x 4 = 20, ada lima kambing dengan masing-masing kambing memiliki 4 kaki, jadi jumlah keseluruhan kaki adalah 20.

Langkah terakhir, jika siswa sudah paham konsep perkalian pembelajaran dapat ditingkatkan dengan hafalan/teknik menghitung cepat. Yang penting kunci utama dalam pembelajaran adalah siswa paham terlebih dahulu. Jadi jika suatu saat ketika di kelas tinggi mereka lupa hafalan atau cara menghitung cepat, mereka tahu konsep sehingga dapat mengembangkan perhitungan sendiri. Paling tidak, saat di kelas tinggi mereka ingat kegiatan jalan-jalan saat mempelajari perkalian di kelas rendah. Saya yakin dengan kegiatan seperti di atas, meskipun membutuhkan banyak waktu di awal akan tetapi untuk di kelas tinggi mereka akan dengan mudah melewatinya. selain itu, kegiatan jalan-jalan atau di luar kelas lebih berkesan bagi siswa sehingga tersimpan dalam memorinya. Contoh sederhana saja saya akan mudah mengingat kegiatan di SD/MI dahulu, ketika diberi tugas guru untuk meneliti kupu-kupu dan belalang dengan menangkapnya di luar kelas, dibandingkan sekarang harus bercerita bagaimana dahulu isi ceramah materi oleh guru di kelas.

Tentang ifada

Belajar untuk lebih baik lagi..
Pos ini dipublikasikan di Pembelajaran Matematika. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s