Teori Bruner

Bruner membagi dunia anak ke dalam mode yang berurutan, yaitu enaktif, ekonik, dan simbolik. Mode enaktif adalah sajian dunia anak yang macamnya adalah gerak, jadi serupa dengan tahap sensori motor dari Piaget. Mode ikonik adalah sajian dunia anak yang macamnya adalah persepsi statik, ini serupa dengan tahap praoperasi. Dan mode simbolik adalah sajian dunia anak yang macamnya adalah bahasa dan simbol, ini sesuai dengan tahap operasi (operasi konkret dan formal).

Keterlibatan anak dengan benda-benda untuk pertama kali anak mengenal, seperti mengutak-atik, memanipulasikan, menyusun dan sebagainya, pada mode enaktif masih dalam gerak refleks dan coba-coba, belum harmonis. Pada metode ikonik, representasi dunia anak mengenai benda-benda (yang dikenalnya pada tahap enaktif), gambarnya atau bahasa lisan masi persepsi statik, belum operasional. Sedangkan pada mode simbolik, siswa sudah bisa melakukan operasi mental.

Dalil-dalil Bruner yang berkaitan dengan pengajaran matematika, diantaranya adalah:

1. Dalil Penyusunan

Cara yang paling baik untuk belajar konsep dalam matematika adalah dengan melakukan penyusunan representasi

2. Dalil Notasi

Pada permulaan suatu konsep digunakan notasi yang sesuai dengan perkembangan mental anak.

3. Dalil Pengkontrasan dan Keanekaragaman

Dalam mengubah representasi konkret ke representasi lebih abstrak diperlukan kegiatan pengkontrasan dan keanekaragaman. Maksudnya,agar suatu konsep lebih bermakna konsep dikontraskan dengan konsep lain dan disajikan dengan beragam contoh.

4. Dalil Pengaitan

Dalam matematika setiap konsep berkaitan dengan konsep lain. Oleh karena itu siswa harus mendapat kesempatan mengetahui keterkaitan tersebut.

Sebagai konsekuensi dalil Bruner dalam pengajaran matematika digunakan pendekatan Spiral. Yaitu pendekatan yang mempelajari konsep dimulai dengan real konkret secara intuitif, kemudian pada tahap yang lebih tinggi (sesuai dengan kemampuan siswa) konsep diajarkan lagi dalam bentuk yang lebih abstrak dengan menggunakan notasi yang lebih umum dipakai dalam matematika.

Tentang ifada

Belajar untuk lebih baik lagi..
Pos ini dipublikasikan di Teori-teori Belajar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s