Simulasi Gunung Berapi

Kakak Zazam terkadang saya bawa ke toko buku untuk membeli bahan bacaan di rumah. Karena budget untuk membeli buku lebih saya utamakan tinimbang untuk membeli baju yang tidak mendesak atau jajanan anak maka hal tersebut sudah menjadi kebutuhan pokok. Siang itu saya meminta Kakak untuk memilih buku yang Ia mau. Pikir saya mungkin maksimal 50rb harga buku yang Ia pilih dan jika bukunya tidak tentang mobil atau jagoan mungkin tentang dongeng-dongeng.

Kakak  : “Mah..beliin aku buku ini ya?”.. Glekk

Saya   : “Wah buku apa ini Kak? Alam semesta? Kakak suka ini?”

Kakak : “Iya Mah, iniiiii..pokoknya?”

Saya   : “Nanti dibaca ya?”

Kakak: “Iya mah…” dengan wajah penuh keyakinan

Saya pada awalnya ragu, karena buku itu seingat saya memuat pelajaran SMP saya dulu. Tapi setelah sampai di rumah, Kakak menunjukkan minat yang besar pada buku itu. Mah kenapa ada angin? Mah kenapa bisa begini bumi? Dalam bumi ada apa Mah?.. banyak muncul pertanyaan setelah Ia membuka-buka buku itu. Wah saya harus jadi guru Geografi niy,, hehe

Mumpung minat Kakak sedang tinggi tentang bumi, saya mencoba simulasi gunung berapi di rumah. Tidak ketinggalan si Dedek penasaran kali ini eksperimen apa yang dilakukan dan Ia ikut menonton…

Untuk bahan-bahan dan cara membuatnya adalah:

  1. Bahan-bahan berikut bisa didapatkan di dapur: soda kue 1 bks, pewarna makanan merah, cuka makanan, botol bekas (ex.minyak kayu putih), kertas dengan menggunakan gunting dan solasi dibuat berbentuk kerucut yang tingginya menutupi botol.IMG_4153
  2. Isi botol bekas yang telah dicuci bersih dengan soda kue IMG_4154
  3. Tuangka pewarna merah secukupnya pada cuka makanan
  4. Letakkan kertas berbentuk kerucut dengan ujung atas dipotong seperti berikut ini. Botol yang berisi soda kue diletakkan di bawah kerucut tersebut.IMG_4156
  5. Tuangkan cuka di atas kerucut. IMG_4165

Kakak :” Wah mah…koq bisa begitu..airnya dingin ya, ga panas”

Saya   :”Itu seperti gunung kalo meletus kak (simulasi masih asing bagi Kakak), laharnya yang panas seperti warna merah itu. Tapi memang kita membuat contohnya airnya ga panas, aslinya itu magma yang sangat panas. Seperti di bukunya Kakak. Nanti kalau airnya , khawatir kena Kakak atau Dedek.” (*sambil mikir gimana caranya simulasi yang dibuat mengeluarkan air yang panas) hehe🙂

Tentang ifada

Belajar untuk lebih baik lagi..
Pos ini dipublikasikan di Dunia Anak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s