Matematika bagi Calon Guru

Lebih penting mana dalam mengajarkan materi perkuliahan matematika bagi calon guru, memberikan berbagai contoh aplikasi pengetahuan konten di sekolah atau langsung pengetahuan konten? karena pada dasarnya calon guru nantinya akan mengajarkan materi di sekolah. Menurut saya penting kedua-duanya. Pembelajaran calon guru yang menitikberatkan pada pengetahuan konten saja menyebabkan mereka memiliki kecenderungan menjadi pengajar instrumentalis. Menurut Ernest (1989) tipe instrumentalis merupkan jenis calon guru yang memiliki keyakinan bahwa dalam belajar dan mengajarkan matematika yang terpenting adalah siswa menghafal rumus dan dapat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Kesuksesan calon guru jenis ini adalah jika ia mampu menguasai keterampilan menghafal tersebut. Jika menggunakan kedua pembelajaran di atas ada kemungkinan menjadi platonis atau konstruktivis. Calon guru tipe kedua adalah tipe platonis. Tipe ini memandang bahwa jika keberhasilan dalam pembelajaran matematika adalah bisa memahami matematika. Jenis ini tidak yakin bahwa jika di kelas siswa bisa berkreasi dengan matematika. kekhawatiran tersebut muncul karena rasa tidak percaya bahwa siswa bisa menemukan matematika dengan caranya sendiri. Khawatir jika siswa yang pandai bisa jauh melesat dibanding siswa yang kurang. Tipe tertinggi adalah konstruktivis, yang meyakini bahwa matematika dapat ditemukan dan dikreasikan oleh individu sesuai kemampuannya dengan bimbingan dari guru.

Tentang ifada

Belajar untuk lebih baik lagi..
Pos ini dipublikasikan di Pembelajaran Matematika. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s