Penalaran Analogis

Analogi adalah mekanisme induktif yang berbasis pada perbandingan struktur dari representasi mental. Menurut Gentner & Smith (2012: 136) analogi merupakan the core of higher-order cognition. Hal ini merupakan suatu kasus khusus yang penting dari peran berbasis penalaran relasional. Penalaran analogis merupakan proses kompleks yang melibatkan pencarian keterangan dari pengetahuan terstruktur berasal dari memori jangka panjang, representasi dan manipulasi yang berperan dalam memory, mengidentifikasi elemen, menghasilkan kesimpulan baru dan pembelajaran skema abstrak. untuk analogis empiris, kesimpulan analogis dipandu oleh pengetahuan sebab akibat tentang bagaimana sumber analogi bekerja. Penalaran analogis manusia sangat bergantung pada kerja memori dan fungsi penting yang mendukung pada bagian otak (Holyoak, 2012: 234).

Menurut Gentner dan Smith (2012: 130) penalaran analogis merupakan kemampuan untuk merasa dan menggunakan hubungan kesamaan diantara dua situasi atau kejadian, merupakan aspek penting dari logis manusia. Penalaran dengan analogi melibatkan pengenalan sistem relasi yang umum diantara dua situasi dan membangkitkan kesimpulan lebih lanjut dari kesamaan tersebut. Tipe paling banyak dari kasus analogi merupakan bidang yang dikenal. Penalaran analogis  merupakan proses yang biasa terjadi, proses itu diantaranya adalah:

  • Retrieval: diberikan beberapa tema dalam working memory, seseorang dapat diingatkan sebelumnya situasi analogis dalam memori jangka panjang.
  • Mapping: Diberikan dua kasus dalam working memory (melalui pencarian analogis atau sederhana meliputi dua kasus bersamaan), pemetaan melibatkan proses representasi dan membangun kesimpulan yang analog degan lainnya.
  • Evaluation: setelah pemetaan analogis dilakukan, analogi dan kesimpulannya kemudian dinilai.

 

Secara khas, situasi target menyajikan pencarian informasi yang berguna sebagai sumber analogi. Hal ini kemudian dimungkinkan untuk membangun mapping-sejumlah penyesuaian sistematik untuk menyajikan keterkaitan source dan target. Berdasarkan pemetaan, menggabungkan hubungan dengan source, hal ini memungkinkan memperinci representasi dari target dan mendapat kesimpulan baru. Akibat dari penalaran analogis pada kasus yang sepasang, beberapa bentuk dari hubungan yang lebih umum dapat terjadi dengan hasil skema abstrak.

Manfred Kerber (1989: 231) menyatakan bahwa analogi memiliki peran utama dalam matematika: bagian utama pembentukan konsep sebagai penalaran umum dilakukan dengan analogi.  Menurut Polya (dalam Manfred Kerber, 1989: 231) suatu bukti tidaklah lengkap jika hanya ditemukan dan dituliskan, tetapi langkah yang paling penting adalah untuk menganalissi bukti dan belajar dari bukti tersebut  untuk menyelesaikan masalah yang akan datang. Banyak pendekatan berbeda dalam memperoleh aspek analogi, diantaranya adalah: memasangkan atau memetakan antar bagian yang analog dan abstraksi pada kesimpulan umum.

Menurut Sriraman (2005) matematika dapat diperoleh dengan banyak analogi. Apabila siswa menemukan beberapa konsep terlalu abstrak untuk dipecahkan, maka salah satu strateginya yang digunakan untuk membantu siswa membangun pengetahuan konseptual adalah menggunakan analogis. Siswa dapat belajar lebih tentang dunia mereka kemudian menggunakannya untuk meningkatkan pengetahuan dengan bernalar tentang relasi berbagai hal. Penalaran matematika melibatkan pemahaman hubungan abstrak sseperti persamaan, perbandingan, dan integral) yang tampak dalam konten berbeda. Sebagai contoh relasi abstrak cara terbaik mengajarkannya dengan membuat kesejajaran diantara contoh yang serupa (Richard et., al dalam Amir Mofidi, Amiripour, dan Zedah, 2012).

Tentang ifada

Belajar untuk lebih baik lagi..
Pos ini dipublikasikan di Kemampuan Matematika. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s